Showing posts with label contoh makalah. Show all posts
Showing posts with label contoh makalah. Show all posts

Contoh Membuat Abstrak Tentang Efektivitas Model Pembelajaran

0 comments
Contoh Membuat Abstrak Tentang Efektivitas Model Pembelajaran. Dibawah ini adalah contoh penulisan abstrak tentang Model Pembelajaran. Abstrak di tulis sedemikian rupa dengan cara yang singkat. Silhakan anda amati penulisannya sebagai berikut:
Contoh Membuat Abstrak

Contoh Membuat Abstrak Tentang Efektivitas Model Pembelajaran

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MULTI-SIKLUS DEAL UNTUK MENGAJARKAN KETERAMPILAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN SISWA SD

Abstract: The purpose of this research was to determinethe effectiveness of the learning model of Multi-cycles DEAL to improve decision making skills of the fourth grade students. The design of the study was randomized control group pretest-posttest design. The population of the research was fourth grade students of elementary schools in Surabaya. The sampleswere 554 students from16 elementary schools, which was divided into a control group of 264 students and 290 students of the experimental group. The instrument used in this study was decision-making skills mastery test. The collected data was analysed by descriptive and inferential analysis. Results showed that learning science by using the Multi-siklus DEAL learning models more effective to improve decision making skills of student compared to ordinary learning.

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Multi-siklus DEAL untuk meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan pada siswa kelas IV SD. Rancangan penelitian menggunakan Randomized Pretest-Postest Control Group Design. Populasi siswa kelas IV SD di Kota Surabaya. Sampel penelitian sebanyak 554 siswa yang tersebar dari 16 SD, terbagi menjadi 264 siswa kelompok kontrol dan 290 siswa kelompok eksperimen. Instrumen yang digunakan yaitu tes penguasaan keterampilan pengambilan keputusan. Analisis data secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran Multi-siklus DEAL lebih efektif untuk meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan siswa dibandingkan dengan pembelajaran yang selama ini dilakukan.
Demikian contoh dalam membuat sebuah abstrak dari hasil sebuah penelitian. Semoga catatan kecil ini, bisa menjadi tambahan refrensi bagi anda.

Contoh Abstrak Makalah Penyalahgunaan Narkoba

0 comments
Contoh Abstrak Makalah Penyalahgunaan Narkoba. Dibawah ini adalah contoh cara menulis abstrak yang berhubungan dengan penyalahgunaan narkoba. Menulisnya secara singkat namun padat dan mudah dimengerti. Biasanya abstrak ada pada setiap makalah, baik skripsi maupun jenis tulisan yang lain.
Contoh Abstrak Makalah Penyalahgunaan Narkoba

Contoh Abstrak Makalah Penyalahgunaan Narkoba

UPAYA REHABILITASI BAGI PENYALAHGUNAN NARKOTIKA

ABSTRAK


       Pada awalnya narkotika hanya digunakan sebagai alat bagi ritual keagamaan dan disamping itu juga dipergunakan untuk pengobatan, jenis narkotika yang digunakan pada mulanya adalah candu atau lazim disebut sebagai madat atau opium. Namun, dengan semakin berkembangnya zaman, narkoba digunakan untuk hal-hal negatif, di dunia kedokteran narkotika banyak digunakan khususnya dalam proses pembiusan sebelum pasien dioperasi.
       Seiring dengan perkembangan zaman juga, seseorang yang pada awalnya awam terhadap narkotika berubah menjadi seorang pecandu yang sulit terlepas dari ketergantungannya. Pecandu narkotika merupakan “self victimizing victims”, karena pecandu narkotika menderita sindroma ketergantungan akibat dari penyalahgunaan narkotika yang dilakukannya sendiri.
       Rehabilitasi terhadap pecandu narkotika adalah suatu proses pengobatan untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan, rehabilitasi terhadap pecandu narkotika juga merupakan suatu bentuk perlindungan sosial yang mengintegrasikan pecandu narkotika ke dalam tertib sosial agar dia tidak lagi melakukan penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan undang-undang setidaknya terdapat dua jenis rehabilitasi yaitu rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.        Permasalahan yang diteliti adalah; 1) Bagaimanakah kebijakan BNNK/Kota Padang dalam upaya rehabilitasi, 2) Bagaimanakah prosedur penetapan rehabilitasi bagi pecandu dan syarat-syarat seseorang untuk direhabilitasi oleh BNNK/Kota Padang, 3) Apakah kendala-kendala yang dihadapi BNNK/Kota Padang dalam upaya rehabilitasi dan penanggulangannya. Dalam penulisan skripsi ini, penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yaitu cara penelitian yang menggambarkan secara sistematis, aktual, akurat dan lengkap tentang persoalan yang diteliti dengan pendekatan yuridis sosiologis.
       Penelitian bertujuan untuk memperoleh data primer dan data skunder melalui penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
  1. mengenai kebijakan BNNK/Kota Padang dalam upaya rehabilitasi tidak terdapat ketentuan tertulis khusus yang dibuat oleh BNNK/Kota Padang, kebijakan BNNK/Kota Padang hanya berupa melakukan himbauan dalam penyuluhan kepada masyarakat agar pecandu bersedia direhabilitasi,
  2. Prosedur penetapan rehabilitasi bagi pecandu dan syarat-syarat seseorang untuk direhabilitasi oleh BNNK/Kota Padang, yaitu Penentuan apakah seseorang pecandu atau penyalahguna narkotika sebagai korban dapat direhabilitasi adalah wewenang pengadilan, BNNK/Kota Padang secara langsung tidak menetapkan terhadap pecandu mana yang bisa untuk direhabilitasi dan yang tidak bisa untuk direhabilitasi. Syarat utama seseorang dapat direhabilitasi adalah kemauan dari pecandu sendiri,
  3. kendala yang dihadapi oleh BNNK/Kota Padang dalam proses rehabilitasi adalah keterbatasan personil yang bisa melakukan pendekatan kepada pecandu, personil yang dibutuhkan adalah personil yang mampu melakukan pendekatan kepada pecandu dan keluarganya agar pecandu bisa diyakinkan untuk menjalani upaya rehabilitasi, dan karena BNNK/Kota Padang masih berada dibawah pemerintah kota Padang sehingga anggaran dana terbatas tergantung jumlah dana yang dianggarkan oleh pemerintah kota, cara untuk menaggulanginya adalah dengan memaksimalkan semua potensi yang ada, bekerjasama dengan lembaga kepemudaan.
Guna perbaikan kedepannya, maka:
  1. sebaiknya BNNK/Kota Padang membentuk sebuah kebijakan mengenai pelaksanaan rehabilitasi secara pasti,
  2. sebaiknya BNN mengeluarkan peraturan tentang tata kerja BNN,BNNP, dan BNNK/Kota,
  3. perlu dibentuknya sebuah aturan mengenai syarat dan penetapan pecandu yang bisa direhabilitasi,
  4. agar BNNK/Kota Padang memiliki kepengurusan dan keanggotaan yang mampu melakukan pendekatan kepada pecandu atau penyalahguna maupun pada keluarganya.